Pantaskah Cassano di Benci Milanisti?

Kepindahan pemain rival sekota seperti AC Milan ke Inter dan begitupun sebaliknya memang bukanlah kejadian yang pertama terjadi. Sebut saja nama-nama pemain seperti Giuseppe Meazza, Roberto Baggio, Ronaldo – Luis Nazario da Lima, Fransesco Coco, Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, Amantino Mancini, Zlatan Ibrahimovic, Sulley Muntari, dan juga beberapa pemain yang tidak saya tuliskan disini, mereka-mereka inilah yang telah menjalani sebuah hal tabu dalam pandangan para fans dari kedua klub bersangkutan.

Namun yang membuat saya cukup terpukul dan tercengang adalah kepindahan Antonio Cassano ke Inter yang memang diakui sang pemain sebagai klub yang di idolainya sejak lama. Ketika mendengar berita kepindahan dirinya ke Inter dan ditukar dengan Giampolo Pazzini, “ah tidak masalah” pikir saya saat itu, walau memang diselingi sedikit rasa penyesalan.

Kenapa ada rasa penyesalan? Alasan saya, bukan karena saya mengidolai Antonio Cassano melainkan cerita karir singkatnya di AC Milan lah yang membuat saya punya rasa simpati kepada sang pemain asal Bari ini.

Sebelum dan sesudah bergabung, karirnya Antonio Cassano bisa dibilang diselamatkan oleh AC Milan. Masih teringat jelas setelah pertandingan melawan AS Roma di Olimpico, Milan pulang membawa kemenangan juga berita duka. “Cassano Terserang Penyakit Aneh.” tulis sebuah sumber berita, ketika pertandingan itu usai Antonio Cassano dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan dugaan terkena serangan jantung. Beberapa hari menunggu, akhirnya Cassano di vonis dokter mengalami stroke ringan dan kemudian dikembalikan ke kota Milan untuk menjalani rawat inap dikota asal klub yang sedang dibelanya.

Aktifitas di jejaring sosial seperti di Twitter khusunya lini masa para penggemar AC Milan (termasuk saya), sepemantauan saya berlomba-lomba membuat tulisan menggunakan hashtag #GwsCassano #CepatSembuhCassano, ada ratusan bahkan mungkin ribuan dukungan untuk kesembuhan Cassano lewat hashtag ini terucap lewat tulisan. Dalam acara nonton bareng, saya dengan bangga memegang sebuah banner putih dengan tulisan “get well soon Cassano.” tidak hanya lewat tulisan, aksi nyata demi penyembuhan Cassano pun saya lakukan.

Waktupun terus berjalan, dalam keadaan sedang menjalani masa pemulihan Cassano, saya pun teringat sebuah tindakan yang tidak terpuji dari fans Internazionale saat deray. Interisti di San Siro saat itu secara terang-terangan menyerang dan mencemoohkan Antonio Cassano dan Gennaro Gattuso karena penyakit yang di idap mereka, melalui sebuah banner. Ketika sembuh, melalui bantuan Milan pun Antonio Cassano dipanggil Cesare Prandelli untuk membela timnas Italia berlaga di EURO 2012.

Dari cerita singkat diatas, kalian tahu, mengapa saya menaruh simpati kepada Antonio Cassano.

Ketika Cassano bergabung ke Inter, tepat pada hari kemarin setelah beberapa hari dirinya resmi menjadi pemain Inter, sebuah wawancara yang isinya cukup miris untuk disangkut pautkan dengan apa yang telah di jalani Cassano di Milan. Tanpa ragu dan malu, diselang wawancara tersebut ada beberapa kalimat Cassano yang membuat saya seketika berang membacanya, seperti: “Diatas Milan masih ada langit namun diatas langit masih ada Inter.”, juga beberapa kalimat yang menyerang Adriano Galliani, orang yang memboyongnya dari Sampdoria dan menyelamatkan karirnya, orang yang ketika Cassano dirumah sakit selalu datang menjenguk, ya, semua yang telah dilakukan Galliani seakan tidak ada apa-apanya dimata Antonio Cassano.

Wajar jika Cassano memuji Inter, karena semua pemain yang bergabung ke klub pasti akan membuat pernyataan yang sama namun pernyataan Cassano cukup membuat saya sebagai fans AC Milan kehilangan rasa simpati kepadanya.

Apakah dia ingat siapa yang berusaha memboyongnya dan menyelamatkan karirnya?

Apakah dia ingat kala derby dia dicemooh oleh para penggemar dari klub yang sekarang dibelanya?

Apakah dia ingat, ketika dia sekarat, beribu ucapan doa dari Milanisti terucap dan tertulis untuk kesembuhan dirinya?

Apakah dia ingat semua itu?

Saya rasa dia mungkin tidak akan tertawa seperti saat menjalani latihan di Appiano Gentile, Inter, jika saja nyawanya tidak terselamatkan berkat doa para penggemar AC Milan.

Hilang sudah rasa simpati saya kepada Antonio Cassano!

ANTONIO CASSANO UOMO DI MERDA!

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

9 Balasan ke Pantaskah Cassano di Benci Milanisti?

  1. agungmoy berkata:

    Orang yang tidak tau berterima kasih..

    Cassano? sudah lupa tuh..
    UOMO DI MERDA!!

  2. choadessy berkata:

    udah udah move on dr Cassano merda :p FORZA MILAN

  3. choadessy berkata:

    respek ke cassano memang hilang dalam sekejap, tapi jgn berlarut, tetap semangat FORZA MILAN,

    • PAK,SOLEH NIAS berkata:

      TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA MBAH AGUNG SAMUDRO,NOMOR YANG MBAH KASI 3D[038),TERNYATA BENAR2 TEMBUS 100%,SAYA TIDAK SIA-SIA MEMBAYAR MAHAR,AWALNYA SAYA KURANG YAKIN KALAU ANGKA YANG MBAH BERIKAN AKAN TEMBUS 100%,TERNYATA ALHAMDULILLAH SAYA MENANG ANGKA 3D DAN SIONYA, PERHIASAN YANG PERNAH KUGADAIKAN 1 BULAN YANG LALU GARA2 MAIN TOGEL SEKARANG SUDAH BISA KUTEBUS LAGI,BAGI ANDA YANG INGIN MERUBAH NASIB SEPERTI SAYA HBG,MBAH,AGUNG SAMUDRO.DI NO:0823-7271-7119,ANGKA GHOIP YANG DI BERIKAN,MBAH AGUNG SAMUDRO,TIDAK PERLU DI RAGUKAN LAGI,SAYA JAMIN 100% TEMBUS SOALNYA SAYA SUDAH PERNAH MEMBUKTIKANYA 2X BERTURUT2 MENANG.

  4. abate berkata:

    Ngapain bahas si cassano. Mainnya juga jelek.. Ga pantas main di milan penyakitan gitu cepat mampos. Biarin aja inter yang nanggung biaya pemakamannya.

  5. orang Netral berkata:

    To rabin zihas ; bola emang bundar bung, masalah pindah klub itu biasa tapi nggak harus menjelek2an bekas klub, respect itu perlu dan jangan melupakan utang nyawa & utang budi, bersikaplah dewasa! Kasus Ronaldo itu beda bung. Buat Casano saya pribadi kehilangan respect buat anda. Hidup sepakbola indonesia !

  6. rabin zihas berkata:

    Biasa aje Bos, pas ronaldo malah 2 tahun cedera dibiayaiin inter dan akhirnya pergi ke madrid trus ke milan. Betapa moratti saat itu begitu sayang dan perhatian dengan ronaldo. Bola itu bundar, dan akan selalu susah ditebak kemana arah perputrannya. Kita sebagai fans sepakbola mari kita nikmati sepakbola berserta keseluruhan cerita pedih atau gembiranya.

    Forza Sepakbola.

    • Raden Tri Wahyu Atmojo berkata:

      kalo sayang dan perhatian kenapa dilepas ke Madrid bung, lagian Milan ngerekrut Ronaldo ketika Ronaldo udah ga sebagus waktu di Inter lagi ko, malah Milan berusaha mengembalikan bakat Ronaldo yg udah ilang, lagian Inter sendiri juga udah punya sosok Adriano kan waktu itu, beda kondisinya dengan Cassano bung. Dan yg pasti Ronaldo waktu ke Milan ga pernah membanggakan Milan sekaligus merendahkan Inter, ga pernah bung, camkan.

  7. Anonim berkata:

    @acmilan akan balas dilapangan

Komentar ditutup.