Cerita Dibalik Trofeo Berlusconi

Trofeo Berlusconi, sebuah kejuaraan tahunan yang digelar tepat dibulan Agustus dimana AC Milan bertindak sebagai tuan rumahnya dengan mengundang salah satu klub untuk berlaga dipartai ini. Pertandingan ini digelar oleh patron Milan, Silvio Berlusconi, demi menghormati mendiang ayahandanya, Luigi Berlusconi. Menurut catatan yang ada, AC Milan telah mengundang beberapa klub raksasa seperti Real Madrid, Bayern Munich, Internazionale Milan dan Juventus.

Bagi para pencinta Liga Italia khususnya penggemar AC Milan juga Juventus pasti nama pertandingan ini sangat familiar ditelinga sebab kejuaraan yang dimulai sejak tahun 1991 ini sebagian besar mempertemukan kedua tim. Edisi pertama, tepat pada tanggal 23 Agustus 1991, Juventus berhasil menekuk tuan rumah dengan skor tipis 1-2. Gol tunggal Milan dicetak oleh sang maestro, Paolo Maldini. Pada edisi kedua hingga keempat, pagelaran Trofeo Berlusconi tidak mempertemukan AC Milan dan Juventus. 1992, AC Milan mengundang rival sekota, Inter, 1993 Milan mengundang Real Madrid dan pada tahun 1994 mengundang raksasa Jerman, Bayern Munich. Sejak tahun 1995 hingga sekarang, Milan cuma mengundang Juventus sebagai kontestan perebutan Piala ini.

Seiring berjalannya waktu, Trofeo Berlusconi menyisakan cerita spesial bagi I Rossoneri, mari kita bahas beberapa kejadian menarik yang terjadi tepat pada saat Trofeo Berlusconi digelar.

18 Agustus 1995, suasana mengharukan meliputi seisi San Siro sebelum pertandingan antara Milan dan Juventus dimulai, kala dimana Sang Angsa dari Utrech, Marco Van Basten berlinang air mata mengucapkan salam perpisahannya kepada publik Milan. Seorang penyerang yang namanya tidak akan dilupakan seluruh elemen Rossoneri karena dengan kehadirannya juga Ruud Gullit dan Frank Rijkaard, Milan menciptakan sebuah era “tak terkalahkan”.

18 Agustus 2001. Dalam dunia sepakbola adalah hal yang lumrah pemain datang dan pergi, pada tanggal ini sebelum pertandingan dimulai, Zvonimir “Zorro” Boban mengitari lapangan seraya memberi salam perpisahan kepada seluruh audensi yang hadir di San Siro. Zorro mengakhiri karirnya bersama Milan dan meninggalkan begitu banyak cerita manis disana. Dengan kepergian Zorro, Manuel Rui Costa yang saat itu juga dipinang AC Milan dari Fiorentina dipercayakan mengenakan nomor punggung yang ditinggalkan Zorro, nomor punggung 10.

18 Agustus 2002. Dalam pertandingan ini adalah pertandingan awal dimana Carlo Ancelotti menyulap seorang Centocampista, Andrea Pirlo menjadi gelandang bertahan yang sangat baik memainkan peran barunya tersebut hingga saat ini.

17 Agustus 2003. Secara pribadi, saat itu saya mempertanyakan pemain yang baru didatangkan Milan pada tanggal tersebut, “siapakah dia?” “Hebatkah dia?”. Tiba dibandara internasional Italia, Malpenza, menggunakan kacamata, dia adalah Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang dikenal dengan panggilan Kaka. Seorang gelandang enerjik yang pada akhirnya bisa dibilang dirinya sendirian membawa AC Milan menjuarai Liga Champions 2007 dengan pundi-pundi 10 gol, diperkenalkan ke publik Milan tepat pada saat Trofeo Berlusconi.

14 Agustus 2005. Dalam pertandingan yang dimenangkan Milan dengan skor 2-1 ini terjadi insiden tabrakan antara Kaka dan Buffon yang menyebabkan kiper utama Juventus itu didera cedera bahu. Karena kejadian ini dalam kejuaraan yang digelarnya, Silvio Berlusconi memutuskan untuk meminjamkan Cristian Abbiati ke Juventus dengan alasan agar dapat melapisi posisi Gigi Buffon yang mengalami cedera saat itu.

Pada tahun 2007, untuk pertama kalinya Trofeo Luigi Berlusconi digelar pada bulan Januari, tepat pada tanggal 7 januari, hari Epifani. Epifani adalah hari yang dipercayakan oleh umat Kristen timur sebagai hari dimana Yesus dibabtis, 12 hari setelah kelahiran Yesus Kristus. Pertandingan yang digelar pada bulan Januari 2007 adalah pertandingan tunda pada bulan Agustus 2006, hal ini dikarenakan jadwal AC Milan berbentrokan dengan jadwal Liga Champions dan Juventus yang akan berlaga di Coppa Italia, maka kedua tim setuju menggelarnya diwal januari 2007. Dalam tahun ini, Trofeo Berlusconi juga digelar pada bulan Agustus. 17 Agustus 2007, AC Milan berhasil menggilas tamunya dengan skor telak 2-0, dua gol Milan disumbangkan Filippo “Pippo” Inzaghi.

Terakhir, pada tanggal 17 Agustus 2008, AC Milan untuk pertama kalinya memenangkan kejuaraan ini dengan mencetak empat gol. Milan berhasil melucuti Juventus dengan skor 4-1, salah satu gol dari empat gol tersebut dicetak oleh Pippo. Gol ketiga bagi Milan ke gawang mantan klubnya dalam pertandingan itu sekaligus adalah gol terakhir sang predator kotak penalti dalam Trofeo Luigi Berlusconi.

Selain catatan menarik diatas, ada juga beberapa catatan lainnya yang tersirat dalam Trofeo Luigi Berlusconi ini, seperti:
– Ada sebuah mitos dibalik Trofeo Berlusconi ini dimana jika antara AC Milan dan Juventus mengecap kekalahan maka tim yang kalah akan meraih kesuksesan dengan meraih Scudetto pada musim yang sama.
– Antara AC Milan dan Juventus, Milan telah menjarai kejuaraan ini sebanyak 12x sedangkan Juventus tercatat telah menekuk Milan sebanyak 9 pertandingan.
– Dalam kejuaraan ini, nama Filippo Inzaghi tercatat sebagai pemain dengan pencetak gol terbanyak yakni dengan torehan 7 gol. Pippo juga mencatatkan sejarah bahwa dirinya adalah satu-satunya pemain yang menjuarai kejuaraan ini dengan dua tim yang berbeda, kala membela Juventus dan juga AC Milan.
– Carlo Ancelotti tercatat sebagai pelatih yang memenangi kejuaraan ini sebanyak 7x. 1999 dan 2000 saat melatih Juventus dan 2002, 2005, 2006, 2007 dan 2008 kala dirinya menukangi AC Milan. Diikuti Fabio Capello diurutan kedua dengan 5x kemenangan dan terakhir Marcelo Lippi dengan 4x kemenangan.

Sekian cerita dibalik Trofeo Berlusconi, edisi ke-22 akan digelar pada tanggal 19 Agustus 2012 waktu setempat italia (20 Agustus 2012, Senin dinihari pukul 01.30 Waktu Indonesia bagian Barat)

Semoga tulisan ini dapat menambah informasi buat para pembaca, salam hangat, forza Milan selalu!

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Dibalik Trofeo Berlusconi

  1. ariohendra berkata:

    menarik nih juve juara, bisakah milan dapetin serie A

Komentar ditutup.